Ops....

Selasa, 09 September 2014

PENCURI YANG BIJAKSANA

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - PENCURI YANG BIJAKSANADahulu kala ada seorang raja yang kaya raya. Sang Raja begitu yakin akan keadilan aturan dan keputusan yang dibuatnya. "Aturan adalah Aturan "katanya kepada penasihat penasihat kerajaan. Ia tak pernah mengijinkan adanya perkecualian dalam setiap pelaksanaan keputusan yang dibuatnya. Suatu hari seorang pengawal kerajaan memergoki seorang pengemis yang sedang mengendap endap bermaksud mencuri roti dari dapur kerajaan. Sang raja murka dan memerintahkan supaya pencuri itu dihukum gantung karena begitulah hukuman bagi seorang pencuri. "Tapi saya toh sangat miskin dan lapar, sementara Sang Baginda Raja memiliki segala galanya. Tentunya tidak salah jika sedikit keju dan roti aku minta. Ya…., saya tidak meminta ijin karena saya sesungguhnya bukan pencuri. Di sana tak ada seorang pun. Kepada siapa saya harus meminta ijin ?"kata pencuri itu menjelaskan. "Maaf….., tidak ada perkecualian Pengawal, Bawa pencuri ini ke tiang gantungan "perintah raja. "Ah.., sayang sekali."keluh pencuri itu ketika dalam perjalanan di hadapan pengawal kerajaan. "Mulai sekarang sebuah rahasia besar dari ayahku akan mati bersamaku. Tapi saya senang bahwa saya tidak membocorkannya di hadapan Sang Baginda Raja." "Apa katamu ? Rahasia besar apa itu ? Ayo, katakan rahasia itu ."sergah pengawal ingin tahu. "Jika Sang Baginda Raja menanam biji buah delima, maka biji delima itu akan tumbuh dan berbuah hanya dalam semalam. Kalau tidak ada saya, dapatkah itu terjadi ? Itulah rahasia yang telah diajarkan ayahk....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 03 September 2014

MENGENDALIKAN AMARAH

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MENGENDALIKAN AMARAHDulu, aku orang yang bersifat pemarah. Aku tidak bisa meredam amarahku setiap hari. Ayahku menyadari hal ini. Untuk mengurangi rasa amarahku, Ayahku memberikan sekantong paku dan mengatakan kepadaku agar aku memakukan paku itu ke pagar di belakang rumah tiap kali aku marah. Hari pertama aku bisa memakukan 48 paku ke pagar belakang rumah. Namun secara bertahap jumlah itu berkurang. Aku menyadari bahwa lebih mudah menahan amarah ketimbang memaku paku ke pagar. Akihrnya aku bisa menahan dan mengendalikan amarah ku yang selama ini telah memburuku. Aku memberitakukan hal ini kepada Ayahku. Ayahku mengatakan agar aku mencabut satu paku di pagar setiap hari dimana aku tidak marah. Hari-hari berlalu dan tidak terasa paku-paku yang tertancap tadi telah aku cabut dan lepaskan semua. Aku memberitahukan hal ini kepada Ayahku bahwa semua paku telah aku cabut. Ayah tersenyum memandangku, dan ia menuntunku ke pagar. Dan berkata “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas.” Aku menyadari hal ini bahwa aku setiap kali marah aku teringat pada orang yang aku dendam tersebut. Ayah tambah berkata “Seperti lubang ini … di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu … Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada …dan luka karena k....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 31 Agustus 2014

MATEMATIKA LOGIKA

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MATEMATIKA LOGIKADalam sebuah kelas, Guru sedang memberikan soal cerita matematika. GURU: "Anda pergi ke pasar swalayan untuk membeli tepung. Di sana ada kemasan tepung 1 kg dengan harga Rp. 5.000,- Juga ada kemasan tepung 5 kg dengan harga Rp.20.000,- Kemasan mana yang sebaiknya Anda beli agar Anda bisa hemat dan untung?" ROBERT: "Kita sebaiknya membeli kemasan 1 kg dengan harga Rp. 5.000,-" GURU: "Wah, sayang sekali. Jawabanmu salah Robert. Seharusnya kita membeli tepung dengan kemasan 5 kg seharga Rp. 20.000,-" ROBERT: "Tapi Bu Guru … bukankah di rumah Ibu hanya membutuhkan sedikit tepung? Saya kira 1 kg saja sudah cukup. Malah barusan Ibu saya membuang 1 sak tepung yang sudah rusak karena lama tidak terpakai. Bukankah ini malah lebih boros dan “membuang-buang uang” saja?" GURU: "Tidak Robert. Jawaban yang benar adalah kita harus membeli tepung dengan kemasan 5 kg seharga Rp. 20.000,- karena itulah jawaban yang seharusnya." ROBERT: "Tapi Bu … untuk apa membeli tepung sebanyak itu bila toh nantinya tidak terpakai?" GURU: "Robert … memang itulah jawaban yang benar. Kamu jangan membantah." ROBERT: "Tapi Bu … menurut saya jawaban yang benar adalah …" GURU: "SUDAHLAH Robert! Ayo sekarang ikut Ibu Guru menghadap Kepala Sekolah. Kelakuanmu sangat buruk hari ini! Tidak seharusnya kamu membangkang di kelas." (Si Robert dalam kisah di atas adalah ROBERT T. KIYOSAKI, seperti yang dialaminya sendiri. Angka-angka telah di....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 18 Agustus 2014

SELAGI MASIH BISA

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - SELAGI MASIH BISASemuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya, Magy, di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu. Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham. Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy, putrinya yang baru berusia 2 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri. Dia berkata dengan suara manjanya, "Papa lihat !" John menengok ke arahnya dan berkata, "Wah, buku baru ya ?" "Ya Papa!" katanya berseri-seri, "Bacain dong !" "Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh", kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya. Magy hanya berdiri terpaku di samping John sambil memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali, "Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy". Dengan perasaan agak kesal John menjawab, "Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya." "Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa," katanya sendu. "Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu." "Lain kali Magy, sana! Papa sedang banyak kerjaan." John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi. Waktu berlalu, Ma....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 17 Agustus 2014

MENABUR BENIH

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MENABUR BENIHDi sebuah kaki gunung yang gundul dan tandus. Seorang bapak tua memikul sebuah kantung penuh berisi bibit pohon kayu di bahunya, sementara sebuah cangkul berada di bahu yang lain . Sepanjang hari pak tua menggali lobang dan memasukan bibit-bibit pohon tersebut. Begitulah kerja pak tua setiap hari. Ketika malam tiba, ia memetik sayur-sayur yang bertumbuh liar di kaki gunung itu untuk menjadi santapannya di malam nanti. Suatu hari sejumlah murid sekolah datang berpiknik di kaki gunung tersebut, dan mereka begitu heran melihat pak tua yang seakan melakukan suatu pekerjaan yang amat tak berarti, karena tempat itu nampak tandus dan tak mungkin bibit-bibit itu akan bertumbuh subur. “Aku hidup di tempat ini dan aku telah menaburkan jutaan benih pohon kayu. Namun hanya 1 persen saja yang tumbuh. Tapi aku tak akan berputus asa. Di hari tuaku, aku ingin terus menaburkan benih di sini.” Tahun terus beralih. Anak-anak sekolah tersebut telah bertumbuh dewasa. Ketika mereka datang lagi ke kaki gunung tersebut...WAH...!!! Mereka tercengang dan berdecak kagum. Betapa indah pemandangan di sana yang diwarnai pohon-pohon nan hijau serta merdunya nyanyian burung. Bapak tua sudah lama pergi. Namun ia meninggalkan harta karun tak ternilai. Pengorbanan kita mungkin tak dapat dinikmati hasilnya saat ini. Namun percayalah, bahwa ada saatnya ketika bibit memunculkan tunasnya. (Janganlah berusaha menjadi orang yang berhasil, tapi berusahalah menjadi orang yang bernilai. - Einstein) ....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 03 Desember 2012

Humor Politik

HUMOR POLITIK : 
Kisah Anggota DPR yang Lebih Hebat dari Nabi
Seorang bapak anggota DPR yang terkenal akan korupsinya, suatu hari berkunjung ke rumah seorang ustad yang sederhana. Beliau mulai bertanya kepada si ustad.
Bapak DPR: "Pagi Ustad. Saya ingin tahu pendapat Ustad. Menurut Ustad, saya sama Lurah hebat mana?"
Ustad: "Ya... hebat Bapak-lah, kan Lurah tidak berani perintah-perintah anggota DPR."
(Si bapak mulai nyengir-nyengir)
Bapak DPR : "kalo sama Camat, hebat mana?"
Ustad: "Masih hebat Bapak. Camat juga tidak berani perintah-perintah anggota DPR."
(Si bapak nyengirnya tambah lebar)
Bapak DPR: "Lha, kalo saya sama Bupati hebat mana?"
Ustad: "Tetep hebat Bapak DPR. Bupati juga gak berani sama bapak kok."
Bapak DPR: "Ini pertanyaan, jawab jujur ya Ustad. Kalo sama presiden?"
Ustad: "Masih hebatan bapak. Seseorang bisa jadi Presiden kan karena keputusan bapak-bapak DPR"
(Cengiran si bapak DPR sudah jadi seringai puas.)
Bapak DPR : "Ini pertanyaan terakhir. Kalau saya sama Nabi hebat mana?"
(Si ustad agak lama mikirnya. Lalu ia menjawab.)
Ustad: "Ehm, hebatan Bapak DPR. Kalau Nabi masih takut Tuhan, kalo Bapak kan udah tidak takut sama Tuhan." [***]

7 Kebiasaan sukses dalam usaha

Perkenalkan sebelumnya, nama saya"Pudjo Suprapto"
Dan lebih dikenal dengan panggilan akrabnya "maspoedjo"
Ingin membagikan pengalaman dan bagian dari forum sharing saya kepada teman-teman.

Kunci sukses seseorang harus dimu;ai dari sendiri, yaitu :
  1. Jujur
  2. Tulus dan ikhlas
  3. Terbuka 
  4. Membantu sesamanya
  5. Menghargai orang lain
  6. Tidak pernah merasa bangga
  7. Kepanjangan tanganNya
Kesatu : Jujur
Jujur atau kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana, bagaimana kita mau berusaha dengan benar kalau tidak diawali dengan cara-cara yang benar. Seringkali kita bicara "trust" atau percaya dan bagaimana kita dapat dipercaya sedangkan kita masih melakukan kebohongan, dan yang namanya "trusty" atau "dipercaya" itu harus dilakukan dan dimulai dari sendiri jadi pendeknya "katakan apa yang anda lakukan dan lakukan apa yang anda katakan", karena bila dalam berusaha itu ada yang namanya "kemunafikan" tinggal tunggu waktu untuk mendapatkan apa yang itu namanya "pelecehan, hinaan, cercaan, atau sederhananya "gunjingan" karena yang namanya "gunjingan" itu tidak mungkin tidak terjadi bila tidak ada asap mana mungkin kalau tidak ada api.
Jadi jangan pernah menganggap dengan kebohongan tidak akan menimbulkan kebohongan berikutnya, seolah-olah disekeliling kita tidak tahu apa-apa apalagi tahu semuanya, karena Tuhan tidak pernah tidur untuk melihat gerak-gerik umatnya.  Kebohongan identik dengan "munafik dan kemunafikan" jadi jangan pernah menganggap sekeliling kita orang-orang bodoh dan dapat dibodohi apalagi manusia-manusia yang dekat dengan Tuhannya tidak akan pernah dapat dibohongi walaupun dia seolah-olah percaya dan mengerti padahal dia tahu apa yang dikatannya hanya merupakan bualan semata.

Kedua : Tulus dan Ikhlas
Melakukan setiap kegiatan termasuk bekerja dan pekerjaan lakukan dengan "tulus dan ikhlas" karena dengan melakukannya maka akan menimbulkan "kesenangan" atau passion dalam bekerja karena bila tidak passion maka akan tinggal menunggu waktu saja untuk mengalami kemunduran bahkan yang lebih fatal lagi kehancuran. Sebab bila setiap kegiatan yang dilakukan karena "sesuatu" yang pamrih maka kita bisa melihat hasilnya seperti apa, misal "tidak" terbentuknya TEAM apalagi menjadi "good team player" ini bukan hanya dalam dunia usaha didunia kerjapun pasti hampir sama bahkan tidak mustahil sama. Lihat beberapa "tokoh" yang berhasil dalam membangun "semangat" kerja anak buahnya atau perusahaan yang sukses membangun rasa "engaged" antara bawahan dan atasannya, karena mereka bekerja bukan karena pimpinan tapi siapa pemimpinnya. Anda bisa melihat berapa banyak pekerja yang keluar masuk perusahaan pergi dengan berbagai macam alasan tanpa rasa keberatan seperti tidak punya beban. President pertama kita "Soekarno" adalah salah satu pemimpin yang diikuti atau Jenderal Soedirman yang penyakitan tapi tidak ditinggalkan oleh pasukan maupun anak buahnya. Mungkin anda pernah mendengar istilah "pejah gesang nderek Soekarno" itulah yang ditanamkan dalam setiap hati rakyatnya, karena membela kepentingannya.

Kelima : Menghargai orang lain
Banyak orang terkadang tidak lagi memakai aturan bahkan cenderung mengecilkan bahkan meremehkan bahkan tidak menghargai orang lain seperti layaknya sampah apalagi bila sedang marah, dan ini dapat kita lihat sekeliling kita bahkan orang dekat sekalipun. Inilah contoh manusia yang dangkal dan tidak memiliki SQ yang mumpuni apalagi bisa mengendalikan diri.